 |
| Sumber : www.kompas.com |
Presiden Dipermalukan
JAKARTA, KOMPAS.com - Langkah Sekretaris Kabinet
Dipo Alam melaporkan dugaan kongkalingkong di tiga kementerian dengan
Dewan Perwakilan Rakyat ke Komisi Pemberantasan Korupsi, dapat dinilai
telah mempermalukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Pasalnya,
pelaporan itu dilakukan Dipo tanpa koordinasi dengan Presiden.
Demikian disampaikan Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo, Minggu (18/11/2012) kepada Kompas.com.
Tjahjo
menyatakan, awalnya mengapresiasi langkah Dipo yang melaporkan
adanya dugaan kongkalingkong tersebut ke KPK. Dipo dinilai telah
memberikan bukti awal untuk ditindaklanjuti KPK.
Namun, Tjahjo
mengaku kaget karena Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha
menyatakan, pelaporan Dipo itu sebagai tindakan politik pribadi dan
dilakukan tanpa koordinasi dengan Presiden Yudhoyono.
"Saya
bingung, mengapa tata kelola penyelenggaraan pemerintahan karut marut
seperti ini? Ada menteri yang saling menyerang satu sama lain secara
terbuka di publik," tanya Tjahjo.
Tjahjo mengatakan, tugas
sekretaris kabinet adalah mengkoordinasikan tugas-tugas kementerian.
Jika ada tindakan kementerian yang tidak sesuai dengan arahan atau
garis kebijakan Presiden, sekretaris kabinet seharusnya melaporkannya
terlebih dahulu ke Presiden.
"Langkah sekretaris kabinet
seharusnya selalu dikoordinasikan dengan Presiden. Upaya mencari jalan
sendiri demi popularitas pribadi, harus dihindari," tambah Tjahjo.
Namun,
dalam kasus pelaporan Dipo ke KPK, sekretaris kabinet terlihat seperti
mendahului kebijakan Presiden dan bahkan memporak-porandakan jajaran
kementerian yang seharusnya dikoordinasikannya. "Ini sama saja Presiden
telah dipermalukan oleh pembantu sendiri," tutur Tjahjo.
Sebagai
bagian dari fungsi pengawasan, Komisi II DPR perlu meminta penjelasan
dari Dipo dan Julian Aldrin Pasha untuk mencari tahu dan meluruskan apa
yang sebenarnya terjadi di lingkungan istana belakangan ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar